Strategi Pemasaran Buku
Penulis Resume :
Rahmat Sandri Ramadhan, S.Pd
Instansi :
SMPN 48 Muaro Jambi
Guru :
PPKn
Hari/tanggal :
Jumat 10 Juli 2020/ Jam 19.00-21.00 WIB
Pemateri : Agus Subardana SE, M.M, CDS
Topik :
Strategi Pemasaran Buku
Assalamualaikum WrWb...
Pada malam
ini dengan narasumber Agus Subardana, SE, M.M., CDS. Direktur Pemasaran
penerbit Andi. Pertemuan diawali dengan paparan dampak penjualan buku selama
pandemi Covid 19. Pemasaran dapat dikatakan mati total, jaringan toko buku
seluruh Indonesia selama kurun waktu hampir 4 bulan ini tutup. Banyak orang
yang takut ke Toko buku yang ada Di Mall. Penurunan omset mencapai 70% - 80%
banyak penerbit yang menghentikan distribusi ke toko buku. Bahkan beberapa
penerbit terpaksa gulung tikar. Selama pandemi grafik penjualan di toko buku
khususnya Gramedia mengalami gelombang pasang surut.
Dampak dari
pandemi Covid 19 telah mengubah dunia menuju era Low Touch
Economy. Era ini ditandai dengan interaksi antar individu yang minim
sentuhan fisik atau low touch, keharusan harus mengecek
kesehatan dan keselamatan, perilaku yang baru hinggar pergeseran di sektor-sektor
industri terutam sektor industri perbukuan..
Manfaat
digital Marketing
- Biaya relatif terjangkau atau murah
- Daya jangkauan sangat luas
- Mudah menentukan target pasar buku yang akan kita
tawarkan sesuai kategori.
- Komunikasi dengan konsumen lebih mudah
- Mudah dievaluasi dan dikembangkan
- Lebih cepat populer
- Sangat membantu meningkatkan penjualan
Di lain sisi penerbit juga harus menyesuaikan diri agar tetap eksis, dengan
cara sebagai berikut :
1. Memanfaatkan
secara maksimal digital marketing untuk pemasaran buku, yaitu dengan tetap
berhubungan dengan pelanggan di medsos.
2.
Pastikan
buku mudah di dapat di online seperti di shopee, buka lapak dan lain-lain.
3. Melalui
komunitas-komunitas, maka lebih tinggi penjualannya, karena akan menghubungkan
tentang informasi-informasi buku/produk.
4. Selanjutnya
adalah selalu tampil yang pertama, yang tercepat dan tepat sesuai dengan
sasaran.
5.
Lalu membuat
promo khusus/diskon pada konsumen agar tertarik. Jika ada transaksi maka
penerbit harus cepat meresponnya (membuat brand yang tanggap dan menumbuhkan
empati).
Demikian
pelajaran yang di dapat dari Bapak Joko Irawan Mumpuni. Semoga bermanfaat.
Wuuuuuiiiih singkat dan jelas ya pak, mantuuuul👏👏
BalasHapusManthap, tetap semangat menulis ...👍👍🙏🏻
BalasHapusMantap...
BalasHapusMantap PakSandri resumenya, lanjutkan
BalasHapusSingkat padat dan jelas
BalasHapusMantap